Showing posts with label tips menulis. Show all posts
Showing posts with label tips menulis. Show all posts

Monday, July 11, 2011

Abreviasi

Abreviasi didefinisikan sebagai kependekan dari sebuah kata atau frasa. Tapi apakah Anda tahu ada berbagai jenis singkatan? Berikut jenis-jenis abreviasi/singkatan.
  • Akronim, membentuk singkatan dengan menggunakan huruf-huruf awalnya. Contoh, ABBA, MAD, OPEC, semuanya merupakan akronim yang menggunakan huruf pertama dari setiap kata untuk membentuk kata baru. Akronim yang kurang dikenal contohnya scuba dan laser, menunjukkan tidak semua akronim harus ditulis huruf besar.
  • Initialism (inisial), juga disebut alphabetism, sekumpulan huruf yang pengucapannya terpisah, biasanya digunakan sebagai singkatan suatu nama atau suatu ekspresi. Contohnya, CD, TV dan UK.
  • Truncation atau pemotongan, abreviasi ini berisi bagian awal dari sebuah kata. Tipe ini paling sering digunakan dalam sebuah judul yang mengacu pada bulan, tahun, hari seperti Mon, Fri, Oct.
  • Clipped, hampir sama dengan  truncation, hanya saja bagian kata yang digunakan untuk membentuk singkatan dapat diambil dari tengah atau akhir kata, seperti phone (telephone), fridge (refrigerator).
  • Aphesis, penghilang vokal di awal kata, biasanya tidak disengaja dan terjadi dalam bahasa lisan dalam percakapan sehari-hari. Contoh cause untuk because.
  • Portmanteau, gabungan dua kata atau lebih. Contoh liger dari kata lion dan tiger, spork dari spoon dan fork, brinner utnuk breakfast dan dinner.
diterjemahkan dari All About Abbreviations

Friday, July 8, 2011

Blatantly dan Patently

Seorang pembaca menanyakan,
Saya sering dibingungkan oleh penggunaan kata blatantly dan patently, menurut saya blatantly (obvious) mengacu pada argumen yang benar-benar jelas, tapi di media saya sering menjumpai patently

Adverbia patently berarti "openly, obviously, clearly", dan merupakan bentuk derivasi dari nomina patent. Makna dasar patent mengacu pada istilah open letter atau open document seperti pada Letters patent.
He says the report in NYT… was “patently false.”
He was patently blessed.
“This is just more patently absurd stuff about software patents..

Sedangkan, adverbia blatantly digunakan pertama kali oleh Edmund Spenser dalam bukunya The Faerie Queen. Dalam buku itu, dia mencipatakan sebuah karakter monster yang disebut "blatant beast". Blatant kemudian diartikan noisy in offensive and vulgar way". Lalu mulai 1889 makna tersebut bergeser menjadi "obvious, glaringly conspicuous"
How do I fire my trustee? He is blatantly self-dealing & has breached his fiduciary duty numerous ways.
Track announcer says he was ‘blatantly biased’ during his call of the Breeders’ Cup Classic,
Although he was blatantly on drugs, the crowd still cheered him…

 Contoh berikut maksud penulisnya mungkin blatantly:
[The script] is patently gross and offensive.

Kedua kata diatas bermakana "obviously", kata patently cenderung positif tidak digunakan untuk ketidaksetujuan, sebaliknya blatantly cenderung bermakna negatif.


Diterjemahkan dari “Blatantly” and “patently”

"there're" untuk "there are"



Terkadang dalam tulisan teks Inggris kita menjumpai penyingkatan kata there're untuk there are seperti 
Haiti Airport Baggage Handlers, There’re Just Too Many!
There’re too many kids
There’re Just A Few Days Left
If There’re Seasons…(judul lagu)

Prinsip dasar dari penggunaan penyingkatan ialah agar lebih mudah diucapkan. Contohnya I'm untuk I am, agar lebih mudah dilafalkan, akan tetapi, penyingkatan dalam there're untuk there are justru mempersulit pelafalannya. Memang konsep jamak are berkaitan dengan subyeknya--there is untuk tunggal dan there are untuk jamak--namun apabila mempersulit pengucapannya bukankah lebih baik tetap ditulis there are secara utuh.
Selain itu, bentuk there're juga terlihat aneh, untuk itu sebaiknya dihindari penggunaan there're, where're.



Diterjemahkan dari “There’s” and “There are”

Sunday, July 3, 2011

MEMPERINGATI - MEMERINGATI

Bentuk penulisan kata memeringati  (p luluh) dan memperingati (p tidak luluh) kerap dijumpai dalam pemakaian bahasa sehari-hari. Hal tersebut menunjukkan belum ada keseragaman di antara pemakai bahasa.
Berikut penggalan berita yang penulis unduh dari laman media massa ternama Kaltim Post:

Kota Lengang, Masjid Dipenuhi Jemaah

Kamis, 18 November 2010 , 08:00:00

Asisten II Sekkab Kubar  Edyanto Arkan saat ditemui kemarin mengatakan, meski sebagian warga sudah merayakan Lebaran haji itu sehari sebelumnya, namun tidak mengurangi makna hari raya yang identik dengan penyembelihan hewan kurban tersebut. Termasuk dirinya yang memeringati Iduladha sehari sebelumnya di aula PAN  Melak bersama 300 orang umat muslim lainnya. Saat itu yang menjadi penceramah atau khatib dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah  Kaltim, Suyatman. (http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=79794)


Pada kalimat ‘Termasuk dirinya yang memeringati Iduladha sehari sebelumnya di aula PAN  Melak bersama 300 orang umat muslim lainnya.’, penulis berita tersebut memilih menggunakan kata memeringati daripada memperingati.

Menurut Buku Praktis Bahasa Indonesia jilid 1 yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, luluh tidaknya bunyi seperti contoh kasus diatas disebabkan oleh 2 hal. Pertama, sangkaan bahwa suku pertama pada kata tersebut adalah imbuhan atau tidak. Menurut penulis artikel diatas, kata memeringati memiliki kata dasar peringat. Jika p-e-r merupakan imbuhan maka bunyi p tidak diluluhkan. Sebaliknya, jika p-e-r bukan merupakan imbuhan maka bunyi p diluluhkan. Kedua, anggapan orang bahwa bahwa bentuk dasarnya masih asing atau tidak. Jika bentuk dasar itu dianggap asing, bunyi p cenderung tidak diluluhkan sehingga dijumpai bentuk penulisan kata mempascasarjanakan.

Dari bentuk kata memeringati disangkakan memiliki kata dasar peringat, sehingga bunyi p luluh. Akan tetapi, perlu diketahui kata dasar peringat tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk  p-e-r dalam kata peringat merupakan imbuhan pada kata ingat, maka bunyi p tidak diluluhkan. Jadi, bentukan yang tepat adalah memperingati daripada memeringati. Sebagai pembanding, kata memercayai lebih tepat daripada mempercayai karena p-e-r pada kata tersebut bukan imbuhan, melainkan kata dasar itu sendiri.

Mengacu pada KBBI kata memperingati memiliki bermakna sebagai berikut:
mem·per·i·ngati v 1 mengadakan suatu kegiatan (spt pe-rayaan, selamatan) untuk mengenangkan atau memuliakan suatu peristiwa: didirikan sebuah tugu untuk ~ jasa-jasa para pahlawan; 2 mencatat (dl buku catatan): dia selalu ~ kata-kata yg sukar dl buku yg khusus itu; 3 memberi peringatan (teguran, nasihat) supaya ingat akan kewajiban dsb: Ibu ~ pesan Ayah kpd anak-anaknya untuk berdoa sebelum tidur;

Pada contoh kasus diatas, sebaiknya penulis berita tersebut menggunakan kalimat ‘Termasuk dirinya yang memperingati Iduladha sehari sebelumnya di aula PAN  Melak bersama 300 orang umat muslim lainnya’, yang memiliki makna ‘mengadakan perayaan Idul Adha’.